Minggu, 08 November 2020

Dekontruksi diri

Akhirnya setelah sekian lama, mungkin setelah 5 Tahun terlewati saya kembali membuka blog ini. Bahkan saya mungkin lupa-lupa ingat kalau saya memiliki blog pribadi. Awalnya blog ini untuk tugas saya sewaktu SMA, hanya untuk latihan blogging. Pada masa itu ngeblog  merupakan kegiatan yang masih bisa dikatakan ngetrend ketimbang hari ini yang lebih ramai dengan media sosial semisal berupa instagram, twitter dan sebagainya. Iya betul, itu dulu tapi sekarang saya sudah melewati masa itu. Semenjak kuliah saya tidak pernah lagi mengunjungi blog saya ini yang judulnya saja ngawur dan tidak solid yaitu "everythingapapun". Tapi bagaimana pun ini merupakan hasil pemikiran saya pada masa itu. Sekarang saya sudah bekerja dan semakin lupa akan keberadaan blog pribadi saya ini.

Bekerja, be-kerja, (KBBI: kerja /ker·ja /n sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah; mata pencaharian). Ya, saat ini saya sudah bekerja, hampir 2 Tahun saya bekerja, 4 tahun kuliah, dan pada masa SMA blog ini dibuat pada kelas 11, itu berarti sudah sekitar 7 Tahun usia blog ini, cukup lama bukan? sejak 2013 hingga 2020. Haha, tidak terasa kalau sudah selama itu ya bagi saya. Karena rasanya baru saja kemarin saya lulus dari universitas dan saya masih berhubungan baik dengan teman-teman SMA saya sampai hari ini.

Bekerja, ya itu merupakan tahapan yang diharapkan bagi seseorang setelah mengenyam pendidikan di Universitas. Setelah saya lulus kuliah dengan gelar Sarjana Hukum dari sebuah Universitas Swasta di Semarang kemudian saya langsung mendaftar S2 di sebuah Universitas Negeri di Semarang dengan jurusan Magister Kenotariatan. Tetapi di sisi lain hati kecil saya ingin untuk bekerja saja dan saya kuliah sambil mencari job vacancies di dunia internet. Kemudian saya apply untuk posisi auditor di sebuah perusahaan BUMN yang saya kira sudah cukup terkenal lah ya selama ratusan tahun bahkan. Eh, ndelalah lolos sampai tahap akhir dan diterima sebagai capeg. Akhirnya saya lebih memilih untuk bekerja daripada kuliah. Hati kecil saya berkata dengan mudah "kerja dapet duit, kuliah keluarin duit" begitu saja, sederhana, kuliah bisa di teruskan kalau kita sudah bisa membiayai kuliah kita sendiri dari hasil kita bekerja.

"Hore!! saya diterima kerja, saya bisa punya duit sendiri" merupakan pemikiran saya pada saat itu. Saya berpikir bahwa saya ini hanya beruntung saja, seorang lulusan dari sebuah Universitas swasta yang menurut saya bagus sih, tapi saya yakin banyak yang tidak tahu mengenai eksistensi perguruan tinggi tempat saya belajar tersebut. Bahkan saya yakin banyak yang menertawakan walaupun tidak terlihat karena di dalam hati mereka. Ha ha ha, saya sih sudah biasa ditertawakan, dibodoh-bodohkan, caci-maki, dibully secara verbal, direndahkan dan sebagainya. Saya tidak ambil pusing, saya biarkan saja seolah tidak terjadi apa-apa, itu merupakan prinsip masa bodo yang saya pegang hingga hari ini. Selama tidak membahayakan eksistensi saya maka itu tidak saya anggap "mengganggu".

Setelah pengumuman diterima bekerja pada perusahaan tersebut saya langsung berangkat menuju Bandung. Bandung adalah Headquarter perusahaan tempat saya bekerja. Saya senang sekali, ditambah Bandung merupakan kota yang saya sukai baik dari sisi alam, atmosfer, kuliner, tempat wisata, iklim, hiruk pikuk bahkan dan masih banyak hal positif yang saya suka dari Kota Kembang ini, tidak seperti kota yang saya tinggali sejak saya usia 0 hingga kuliah yaitu Kota Semarang. Saya sangat antusias dengan keberangkatan saya ke Bandung dan mulai mengawang-awang apa sih yang bakal aku lakuin setibanya di Bandung.

Wah saya sudah lelah mungkin untuk chapter 2 nya aku lanjutin besok yahh kalo inget dan ada waktu luang serta  mood untuk menulis blog :D Bye